Senin, 05 Januari 2015

jika

jika asa dirakit dengan deburan semangat yang membara
dan jika suatu ketika kita mengalami kelumpuhan
suatu saat nanti pasti tiada penyesalan yang mendasari jiwa mengorek kesengsaraan dimasa depan

ada suatu derita kadang menjadi bumerang yang merusak semngat diri
kadang seekor anjing kecil lebih hebat dari pada kita
kadang seekor semut lebih anggun daripada diri

bersandar dalam kemelut yang menjadi pembeban
bersandar pada asa yang tumbang
bersandar dalam diri yang rapuh

api mejadi api
air menjadi air
angin menjadi badai

hanya satu semnagat yang menjadikan rasa sayang mendarah daging
hanya ada satu waktu dimana dunia ini akan berhenti berputar
dan hanya akan ada rasa cinta yang akan utuh disisa hidup dimasa depan

jika ada suatu ketika yang menjadikan angin itu lembut dan malam itu hangat
jika ada kata yang indah diantara keindahan hidup
aku akan selalu bersamamu selamanya
menikmati detik dan jeripayah yang tersisa

Senin, 29 September 2014

MENTARI DIPAGI HARI

Kumohonkan sesuatu yang indah 
Ku mohonkan kehidupan dalam setiap pagi menjelang 
Bernafaslah dalam kedamaian yang sempurna
Bersama indahnya cintaku mengindahkan cinta kita

Kadang debur ombak menghantam tak berati melerai
Ada bui yang menyapu kekecewaan
Ada angin yang mengeringkan luka
Ada gejolak yang mengisi nafas cintaku padamu

Menikmatimu dalam rasa
Memilikimu dalam asa
Memelukmu dalam indahnya surgaku
Menyatu menjadi embun dipagi mewangi

Mengecup keningmu
Membelaimu
Merasakan adanya dirimu
Menjadi kekuatan yang nyata dalam diriku, sebagai pelebur sgala duka dan lara diriku


BY. RIKA PRABAWATI


Kamis, 04 September 2014

TERBANG

Sebuah situasi yang menguras nafasku menjadi terengap-engap, seperti ini lah kabar yang aku terima. kadang derai air mata mengiringi jalan pikiranku disetiap detiknya, entah apa gerangan yang membuat cerita ini menjadi drama yang panjang menguras dan mengeruhkan jiwaku hingga terbelenggu dalam kesesatan, terpisah dari kenyataan yang menjadi gurauan semata.

jika sanggup ku panggil angin ku ingin menghempaskan jiwaku terbang bersamanya hingga rasa bebas yang akan ku dapati. tapi apa daya cuma se ekor semut bagaimana bisa terbang terlalu berat menyunggi cerita dimasa ini. mungkinkah aku ubah buih yang memutih menjadi buturan salju yang indah. apa ku mampu ??

berikan aku keindahan hempasan surga, dan pahami diriku dalam dirimu. apa yang akan terjadi jika tiada arah yang pasti dalam tujuan hidup panjangku. terbang membawa cerita, cerita yang meninggalkan diriku dalam kesunyian ini.


Selasa, 02 September 2014

Kekasiku

Saat kita berpisah, kupegang erat tanganmu seakan ku tak mengijinkan kepergianmu, jalanan menjadi saksi bisu ketika ku hapus air mataku dengan tangan ini demi melepasmu dalam perjalanan. Sudah sering kita berbagi kabar, namun rasaku belum juga tenang melepasmu disana. jauh berbeda dengan bulan-bulan lalu. bukannya aku tak tega dan bukan pula aku tak rela melepas kebebasanmu, tapi cinta ini yang menahanmu jauh dari ku. apa kau pedulikan hatiku?

Setelah lama kita terpisah kadang rasanya pahit seperti hancur hatiku jika tak ku dengar kabarmu sedetikpun. bukan karena posesif, tapi setelah perjalanan dan perjuangan panjang cinta kita, ku ingin selalu bersama dengan kesetiaan cinta kita.      

Dengan sayap khayalanku, ku ingin terbang kesana membawa bukti cintaku hanya kepadamu. Dan ketika malam yang sunyi  menanti hadirmu kembali. Kesunyian ini amat merana tanpa dirimu disini, andai kau tau cintaku padamu. bukan karena ku menginginkan kau pulang hanya karena rindu, tapi karena gurauan senja diwajahmu membuatku semakin tak kuasa membiarkanmu jauh dariku. ku merasa kehilangan jika kau tak ada disini.

Kau lah pujanku yang nyata. pria yang menjadi idamanku dengan cinta yang ku impi-impikan.
       Ku meminta, bukan untuk merampas cinta. rayuku hanya menginginkan kebersamaan yang menjadi takdir kita bukan jarak perpisahan. memikirkan masa depan bersama tanpa ada siksaan, sayu, dan pilu. rinduku ini pilu karena ku pendam sendiri, gemuruh rasa yang terpaku sukma dimana seroja tanpa tangkai terkulai dilantai tanpa ada tatapan keindahan dan kebahagiaan seperti itulah yang kurasa jika tanpa kau disisiku.

Hanya menunggu ketulusan hati dan cintamu disini yang masih menjadi penyemangat jiwa dan raga ini. Sabar dengan wajah yang sama dan waktu yang berbeda dalam lindungan kuasa yang sama. Mau apa dikata hanya manusia kadang ego meracuni jiwa yang suci untuk mengorbankan cinta hanya demi dugaan-dugaan yang tak pasti. Adakala ku rasa curiga, adakala semacam tak percaya, adakala cemburu pun ikut menghantui, adakah kau setia kepadaku?

Biar terpaksa susah payah namun kurelakan asal kau tetap bersamaku selamanya. hatiku setia karena hatiku terpikat kasihmu sebab itulah aku sayang, dari hari kehari semakin ku mencintaimu. mengertilah kekasihku.





Selasa, 24 Juni 2014

Batas

              Disebelah sana ada sebuah jalan berbatas sungai dan jurang yang curam, dikelilingi dedaunan yang rimbun dan teduh penuh dengan surga kehidupan jati sejati. bahagia pasti akan kita dapatkan ketika kita melintas dengan tenang dan ramah ditepian jalan itu. dan aku yakin tidak untuk kau yang merana jika hati mu sunyi dan mengalami kekalutan jiwa dan asa yang hilang dari dirimu pasti kau akan merasa takut yang mencekam.
             Aku akan menceritakan tentang sebuah desa dipenghujung langkah kecil diperbatasan pulau jawa, dimana angin akan bertiup ramah dan tiada satupun rasa menyakitkan jika kau menghirup dan berbaur bersamanya, gila mu pasti hilang jika kau merasakan surganya.
         Jika kau merasa hidupmu aman dan damai dengan harta di sini pasti kau tidak akan menjumpainya disana. dunia yang lain dari pada duniawi. dunia yang mengutamakan kesantunan diatas segala budi, hanya ada disana. dimana seorang abdi hanya bisa mengabdi dalam ketentraman jiwa tanpa ada rasa takut akan mati dan rasa resah kelaparan inilah Yogyakarta.
              Diperbatasan Yogya dan Klaten jiwa ini dilahirkan. Diperbatasan kota  dulu kami bermimpi akan sebuah jalan menuju cahaya kota metropolitan. diperbatasan jalan Jogja - Solo dulu kami berjuang tuk mencapai tingginya monas Ibukota. tapi sekarang tidak lagi. teman ku mulai hilang satu persatu entah ditelan bumi atau ditelan mentari. tak ada lagi yang bisa dibanggakan dari mereka karena mereka hilang rupa, bahkan untuk sekedar kabar burung pun tak bisa diperdengarkan. mungkin mereka lupa atau ada faktor lain yang membuat hati kami saling menjauh. Bukan mentari yang membuat domba nampak srigala tapi senja yang akan membuat mu tau bahwa memang srigalalah yang berbulu domba. Pasti kan ada arti dari ungkapan tersebut.