Disebelah sana ada sebuah jalan berbatas sungai dan jurang yang curam, dikelilingi dedaunan yang rimbun dan teduh penuh dengan surga kehidupan jati sejati. bahagia pasti akan kita dapatkan ketika kita melintas dengan tenang dan ramah ditepian jalan itu. dan aku yakin tidak untuk kau yang merana jika hati mu sunyi dan mengalami kekalutan jiwa dan asa yang hilang dari dirimu pasti kau akan merasa takut yang mencekam.
Aku akan menceritakan tentang sebuah desa dipenghujung langkah kecil diperbatasan pulau jawa, dimana angin akan bertiup ramah dan tiada satupun rasa menyakitkan jika kau menghirup dan berbaur bersamanya, gila mu pasti hilang jika kau merasakan surganya.
Jika kau merasa hidupmu aman dan damai dengan harta di sini pasti kau tidak akan menjumpainya disana. dunia yang lain dari pada duniawi. dunia yang mengutamakan kesantunan diatas segala budi, hanya ada disana. dimana seorang abdi hanya bisa mengabdi dalam ketentraman jiwa tanpa ada rasa takut akan mati dan rasa resah kelaparan inilah Yogyakarta.
Diperbatasan Yogya dan Klaten jiwa ini dilahirkan. Diperbatasan kota dulu kami bermimpi akan sebuah jalan menuju cahaya kota metropolitan. diperbatasan jalan Jogja - Solo dulu kami berjuang tuk mencapai tingginya monas Ibukota. tapi sekarang tidak lagi. teman ku mulai hilang satu persatu entah ditelan bumi atau ditelan mentari. tak ada lagi yang bisa dibanggakan dari mereka karena mereka hilang rupa, bahkan untuk sekedar kabar burung pun tak bisa diperdengarkan. mungkin mereka lupa atau ada faktor lain yang membuat hati kami saling menjauh. Bukan mentari yang membuat domba nampak srigala tapi senja yang akan membuat mu tau bahwa memang srigalalah yang berbulu domba. Pasti kan ada arti dari ungkapan tersebut.